Tuesday, January 03, 2012

3 Januari

Sebagai awal 2012, mau ngebahas tiga film sekaligus, hehe...

Film yang ditonton, secara berurutan yaitu, Spy Kids: All the Time in the World di Teater 3 Pondok Indah Mall 2, Mission: Impossible - Ghost Protocol di Teat
er 1 Plaza Senayan, dan Sherlock Holmes: A Game of Shadows di Teater 1 eX Plaza Indonesia.

***

Nonton Spy Kids seri yang keempat, selain karena emang pengen nonton filmnya juga biar tau sensasi 4D yang pake aroma-scope itu, hehe...

Sampe di bioskop hanya beberapa menit menjelang film dimulai. Ngantri sebentar buat beli tiket. Untungnya sih masih ada tempat duduk kosong yang bisa dipilih. Dan dari beberapa pilihan yang tersedia akhirnya milih nomor D1. Tempat yang masih enak buat nonton.

Setelah membayar tiket, dapet kartu aroma-scope yang buat efek 4D-nya. Boleh dibawa pulang.

Di kartu aroma-scope ada 8 jenis aroma yang bisa tercium. Ditandai dengan angka 1 sampai 8 yang terbagi dalam dua baris pada kartu. Setiap angka akan muncul di layar bioskop untuk menunjukkan kapan saatnya setiap aroma dimunculkan. Aroma tertentu akan muncul dengan cara menggosok setiap angka yang ada di kartu.

Cuma, pada prakteknya, efek 4D ini malah agak bikin ribet. Sebab di dalem bioskop kan gelap, jadi nggak mudah buat ngeliat dan nggosok nomor yang ada di kartu. Bisa-bisa malah membuyarkan konsentrasi nonton filmnya gara-gara harus nggosok-nggosok kartu, hehe...

Yang paling repot ialah ketika nomor 3, 4, dan 5 muncul di layar pada saat yang bersamaan. Nomor 4 ada di baris pertama paling kanan sementara nomor 5 ada di baris kedua paling kiri.

Waktu nonton, untuk mensiasati biar gak usah ribet dengan urusan aroma, sejak awal udah memposisikan kartu biar mudah digosok. Jadi bisa nggosok kartu dengan hanya sekilas ngeliat kartunya. Tapi tetep aja harus mendekatkan kartu ke idung supaya tau aroma di setiap nomor gimana, hehe... :-p

Anyway, efek 4D-nya diabaikan bukan masalah sih. Toh nggak berpengaruh ke alur kisah. Lagian untuk tau aromanya gimana juga bisa dilakukan kemudian. Malah lebih enak. Simply... gak ribet. Aroma yang muncul termasuk awet juga lho. Sampe tulisan ini di-publish pun masih ada.

Mengenai filmnya sendiri, kisahnya ringan dan nggak bikin mengernyitkan kening.

Film berikutnya yaitu Mission: Impossible seri keempat.

Waktu beli tiketnya udah ngantri sekitar sejam lebih awal. Cuma karena yang nonton juga masih banyak, seperti saat nonton Spy Kids 4, nggak banyak pilihan tempat duduk yang tersedia. Tapi untungnya sih masih ada tempat yang enak buat nonton. F3.

Dibanding seri-seri film Mission: Impossible sebelumnya, paling suka dengan yang seri keempat ini. Ada adegan-adegan dan dialog-dialog konyol. Padahal filmnya serius. Selingan yang tentunya menghibur saat nonton film serius. Biar gak tegang terus, hehe...

Yang jadi ciri khas di filmnya, dalam keadaan apapun dan dimanapun mobil yang dipake Ethan Hunt merknya selalu sama. "Wait until you see the car".

Disamping itu, Ethan Hunt juga, simply... bisa memperoleh gadget-gadget mutakhir, state of the art, dan perlengkapan-perlengkapan canggih lainnya secara cuma-cuma. Tanpa perlu bersusah payah.

Juga ada lagu yang bisa disimak, hehe... Lagunya Dean Martin, Ain't That a Kick in the Head(?). Lagu yang banyak pula dipake di film-film lain.

Dan yang terakhir sebagai bahasan yaitu Sherlock Holmes 2.

Hampir mirip dengan waktu nonton Spy Kids 4, nyampe bioskopnya juga hanya beberapa menit menjelang film dimulai. Untungnya gak perlu ngantri, dan karena penontonnya nggak banyak maka pilihan tempat duduk pun nggak jadi masalah. Oleh sebab itu nomor tempat duduk bukanlah hal yang perlu dibahas, hehe...

Nonton film Sherlock Holmes ini gak bisa santai. Harus konsentrasi penuh. Film ber-setting klasik dengan lagu-lagu klasik yang menyertai. Yang disebutin, Fischerweise dari [Franz] Schubert tahun 1826.

Kayak main catur.

Satu hal, kelebihan Sherlock Holmes yaitu punya vision. Sehingga, simply... bisa tau sebelumnya, yang akan terjadi. Makanya nggak takut lompat bareng musuhnya. Musuhnya tangguh.

Akhir filmnya adalah Sherlock Holmes menambahkan tanda tanya setelah kalimat "The End" di naskahnya Dr. John Watson ;-)

***

Sebagai penutup tulisan, untuk tempat nonton selanjutnya setelah di eX yaitu di Plaza Indonesia ;-)