Monday, May 31, 2010

Terusan

Ngelanjutin bahasan soal Formula 1, selain peraturan yang menghapuskan pengisian bahan bakar di pit stop, perubahan juga dilakukan di sistem penilaian. Bagi pemenang pertama setiap balapan dari yang tadinya dapet poin 10 sekarang jadi dapet poin 25.

Kemudian, selisih poin antara pemenang pertama, kedua, dan berikutnya cukup signifikan. Mirip-mirip dengan sistem penilaian di turnamen tenis profesional, baik putra maupun putri. Oleh karenanya, memenangi sebanyak mungkin balapan tentunya menjadi sesuatu yang menguntungkan.

Berbicara mengenai ke[ber]untungan, di F1 seri ke-7 tim Red Bull Racing mengalami kekurang[ber]untungan. Sebab pembalapnya bersenggolan, bukan bercubitan. Berakibat gagal finish-nya Sebastian Vettel sedangkan Mark Webber turun ke posisi 3. Masing-masing dari posisi 2 dan 1.

Pada babak kualifikasi sendiri, hingga seri ke-7 masih didominasi dua pembalap RBR. Entah di seri keberapa dan oleh pembalap siapa dominasi tim RBR bisa terpatahkan. Atau tidak terpatahkan sama sekali hingga seri terakhir? ;-)

Yang menarik pula untuk diikuti, yaitu pertandingan final NBA antara Los Angeles Lakers melawan Boston Celtics. Klasik. Keduanya terakhir berhadapan di final tahun 2008. Perbedaannya, kali ini Lakers yang bertindak selaku tuan rumah terlebih dahulu. Sementara Celtics mengawali pertandingan sebagai tim tamu. Situasi tersebut jelas menguntungkan Lakers secara posisi. Kebalikan final sebelumnya.

Hanya, yang perlu dicatat adalah bahwa Celtics telah menumbangkan 2 tim yang punya rekor menang-kalah musim reguler terbaik di NBA dalam perjalanannya menuju final. Dan tentang siapakah juaranya, bolehlah dijumpai bulan depan, hehe... ;-)