Wednesday, April 28, 2010

Cuaca

Jadi, ini merupakan isian pertama buat di tahun 2010. Udah kosong lebih 3 bulan jika diitung sejak awal tahun. Lama juga ya, atau agak terlambat. Tapi kan better late than never toh?

Mengenai alasannya, klise sih, disibukkan dengan berbagai hal lain yang tergolong menyita waktu. Gak terlalu penting dibahas di sini, bukannya gak layak. Makanya baru di bulan ke-4 sekarang mulai bisa aktif lagi. Mungkin saatnya telah tiba, itu kalau meniru dari lagu 1-2-3-nya Farid Hardja (alm.), hehe...

Sebagai pengawal, mau ngejelasin sedikit soal apakah hujan rintik-rintik, gerimis, atau ringan turun di malam hari pada awal Februari dan Maret. Berdasarkan pengamatan secara lokal di Jakarta, hujan yang dimaksud memang turun malam harinya di awal Februari tetapi tidak di awal Maret.

Yang terjadi di awal Maret adalah malahan dapat mengamati bulan. Menandakan bahwa cuaca lumayan cerah. Biar kata bukan hujan rintik-rintik, bulannya boleh dibilang tampak indah juga lho. Ke nyanyian lagi, di wajah siapa terlihat bulan? Dilanjutin, paras cantik nan ayu siapa yang punya? Ada yang bangga itu pasti ;-)

Berkaitan dengan cuaca atau iklim, yang belum disinggung yaitu daerah yang bukan punya 2 musim atau 4 musim melainkan daerah di sekitaran kutub atau pole region. Tentang berapa banyak jumlah variasi musimnya, entahlah, kurang begitu jelas. Barangkali cuma semusim.

Kemudian, selain daerah, yang berhubungan pula dengan pole adalah balapan Formula 1. Dalam hal ini guna menentukan posisi awal pada saat balapan. Istilahnya pole position. Dari 4 seri yang udah berlangsung, Sebastian Vettel berhasil memenangi 3 babak kualifikasi perebutan pole position. Penampilannya dominan. Sayangnya, ketiganya gagal dikonversi jadi pemenang pertama di balapan sesungguhnya. Sebabnya kalau menurut bahasa lagu, mungkin belum baca surat cinta pertama yang bikin hati berlomba, hehe...

Padahal berada di pole position jelas merupakan satu keuntungan tersendiri. Apalagi dengan adanya peraturan baru yang membolehkan para pembalap masuk pit stop hanya untuk ganti ban. Cuma satu variabel, sebelumnya dua, yaitu penggantian ban dan pengisian bahan bakar. Memenangi kualifikasi penting, tapi lebih penting lagi memenangi balapan. Dan yang paling mantep, tentu memenangi keduanya. Iya kan? ;-)

Dan karena pit stop hanya diperuntukkan buat ganti ban, berarti faktor cuacalah yang perlu diperhatikan dalam setiap balapan, bukan yang lain-lainnya. Sehingga dapat memilih ban yang cocok atau sesuai.

Sebetulnya masih ada yang mau dibahas mengenai F1 ini, cuma sebaiknya disimpen dulu. Dilanjut lain kali, sekarang cukup sekian. Harap sabar menanti :-p