Friday, May 22, 2009

Tulus

Dalam dunia perjatuhcintaan atau perkasihsayangan antara dua insan, saling memberi dan menerima adalah hal yang umum dilakukan. Contohnya yang mudah yaitu telfon-telfonan. Setelah yang satu selesai nelfon tentu pada kesempatan berikutnya pengen gantian ditelfon. Masak nelfon terus-terusan. Dimana tenggang rasanya?

Tapi, meskipun udah gantian, boleh jadi masih dianggep belum memuaskan. Akibat ditelfon cuma sebentar misalnya. Padahal kalau nelfon lama. Sehingga nggak bisa langsung nerima. Kurang tulus. Sebab ada gondoknya. Eh, hampir lupa, keseringan ditelfon memungkinkan bikin gondok juga :-p

Tulus. Biasanya tulus ikhlas, tulus pasrah belum pernah tau. Merupakan rasa yang terkadang sukar untuk dimiliki saat memberi. Yang muncul ogah-ogahan atau terpaksa. Bagi yang memiliki, mau minjemin nggak? Yang nggak mau ngasih pinjem bukan terus berarti pelit kan? Barangkali sekedar kuatir yang dipinjem lupa dikembaliin. Pelit itu asosiasi aja. Lain persoalannya kalau kembalian, harusnya mah emang dikembaliin tanpa syarat, hehe...

Yang dilakukan dengan tulus tuh salah satunya adalah berdo'a. Melakukannya sepenuh hati. Nggak setengah-setengah. Yang kerap diminta dalam do'a yaitu yang bagus. Karena yang bagus itu mem-pesona?

Makanya, di serial
ini, bukanlah sesuatu yang berlebihan jika kemudian Cindy Bear punya permintaan kepada Yogi Bear. Dan menilik profilnya, Cindy sepertinya kurang suka minta macem-macem. Mintanya palingan 'cintailah diriku' setulusnya. Hal tersebut udah amat mencukupi. Selanjutnya tinggal dilamar atau melamar ;-)

Sedangkan untuk menilai manakah yang lebih mulus, bokong sapi mellow ataukah bokong gajah, tak perlu ketulusan. Jelas mulusan punya sapi mellow. Gajah duduk dengan bagus bukan kendala penilaian. Lagian, yang bagus kan nggak mempermasalahin apakah bokong gajah mulus atau tidak. Yang penting menerima dengan tulus, hehe...

Siapa siaap bersedia tulus? ;-)