Thursday, December 25, 2008

Jelang Tutup Tahun

Kalau tulisan kedua yang lalu berselisih 11 hari dengan tulisan pertama, maka tulisan ketiga di bulan Desember kali ini selisihnya adalah 13 hari dari tulisan kedua. Lebih lambat 2 hari. Kebetulan juga bertepatan dengan hari Kamis yang hari keempat. Sebelumnya di hari kelima. Termasuk bukan tanggal merah tapi dimerahin.

Sedikit tambahan mengenai hitung-hitungan, hitung mundur udah pernah dibahas. Sekarang hitung maju. Kalau hitung mundur berakhir di 0, hitung maju dimulai dari 1.
Satu, dua, tiga, dan seterusnya. Angka hitung mundur dan maju yang ada banyaknya sama-sama sebelas. Bedanya mundur dari 10 ke 0 sedangkan maju dari 1 ke 11 ;-)

Menunggu 11 dan 13 hari (jangan tanya
kemana aja selama menunggu) kurang mirip menanti duren runtuh. Tergolong lumayan butuh kesabaran. Apalagi yang lebih dari itu, tentu akan lebih besar porsi kesabaran yang dibutuhkan. Supaya bisa menikmati teh es manis dan kurma Madinah pun butuh kesabaran. Menurut Tia, kesabaran itu indah. Berarti, secara singkat boleh dibilang bahwa nggak sabar itu nggak indah. Yang sering kurang sabaran katanya kebanyakan anak muda, dapat dimaklumi. Jadi orang tua harus sabar sebab pernah muda, hehe...

Nulis kata bersabar memang mudah, yang nggak mudah adalah berlaku sabarnya. Bisa setengah mati atau setengah hidup ngelewatinnya. Umumnya lebih banyak yang kurang bersabar ketimbang yang bersabar. Yang mampu bersabar atau tidak yaitu manusia. Entah kalau setan, belum punya referensinya sejauh ini. Cuma tau bahwa ada malaikat selain setan. Dibandingin setan, malaikat sepertinya tidak aktif membujuk rayu atau menjerumuskan.

Yang namanya setan atau malaikat tak diketahui wujudnya gimana. Seumur-umur belum pernah liat juga. Beda dengan manusia yang bentuknya jelas. Ada kepala, badan, kaki, tangan. 'Kepala, pundak, lutut, kaki' boleh. Kemudian, setan selalu diasosiasikan ke hal negatif. Malaikat sebaliknya, lawannya setan. Yang repot jadi manusia, kadang positif kadang negatif. Bisa goyah. Mungkin kayak titik nol atau netral. Ditengah-tengah. Bermuatan negatif tentu karena pengaruh setan. Dan karena nggak keliatan, jelas sulit buat perang ngelawan setan. Ibaratnya yaitu melakukan shadowboxing, hahaha...

Perang itu negatif. Tapi boleh jadi positif jika perangnya ngelawan setan. Lagian, untuk tercapainya perdamaian perlu ada perang kan? Seperti
kalimat yang dikutip Frank Castle, 'si vis pacem, para bellum'. Castle tempatnya putri, nama jalannya Putri Tunggal.

Makanya dapat dimengerti jika lebih banyak manusia yang terpengaruh setan daripada yang enggak. Meskipun katanya manusia bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, mana bener mana salah. Atau menurut istilah di dunia maya yaitu antara yang bagus dan bukan yang bagus. Karena yang bagus itu relatif sementara bukan yang bagus itu mutlak? :-p

Satu kesalahan atau kekeliruan yang dibuat, tampaknya ada yang kurang ditulis tentang sapi mellow sehubungan dengan sedot-menyedot. Sebelum disedot barangkali harusnya di-emut-emut dulu. Setahap demi setahap. Yang bisa di-emut misalnya permen atau coklat. Cuma, dalam prakteknya memang agak sulit memisahkan antara
ngemut dan nyedot. Sebab 11-12, bukan 12-13 ;-)

Pada kasus gajah, setelah dijinakkan bagusnya
bergaul erat dulu sama gajah biar akrab. Jangan sok akrab, akibatnya berbahaya. Menggauli gajah berdasarkan cara yang bagus tentunya. Agar dapat mencambuki dan menggaruki dengan aman. Selanjutnya, selagi ditunggangi barangkali jarak tempuh perlu diperhatikan pula. Di samping itu jalannya pelan-pelan aja. Ngebut dihindari. Bukan balapan masalahnya. Dan saat gajah terengah-engah bagusnya brenti sejenak. Buat ngasih kesempatan bernafas supaya tak menggelepar tanpa daya. Disediain waktu istirahatnya gitu deh, hehe...

Berkaitan dengan menunggu, tanggal 15 lalu sempat nunggu hampir 1 jam. Dari sekitar jam 2 sampe jam 3 siang. Nggak pas banget sih, kurang lebih dikit. Cuma dibuletin biar mudah nulisnya. Jika bisa dipermudah kenapa harus dipersusah. Iya kan? Ketimbang ribet. Dari jam 3 siang ke jam 12 malem selangnya 9 jam. Masih lama. Baru seperempat waktu terlampaui. Siapa siaap bersabar menunggu? ;-)

Friday, December 12, 2008

Korban Main

Idul Adha tahun ini jatuh pada 8 Desember 2008, persamaan dari 10 Dzulhijjah 1429. Tanggal 8 adalah hari Senin. Hari pertama minggu kedua. Bukan hari libur tapi diliburin. Tanggal merah istilahnya, kayak hari Minggu yang tanggal 7. Hari Sabtu tanggal 6 bukan libur resmi. Makanya nggak dimerahin. Sedikit tambahan, 10 Desember hari Rabu.

Di samping ibadah haji, Idul Adha ditandai pula dengan kegiatan menyembelih hewan korban. Penyembelihan dilakukan guna memperingati kerelaan Nabi Ibrahim mengorbankan putranya. Tentang siapa putra Nabi Ibrahim yang akan dikorbankan, hingga saat ini masih belum disepakati secara bulat. Nggak well-rounded. Padahal peristiwa bersejarah tersebut udah ribuan tahun lewat. Nabi Ismail ataukah Nabi Ishak. Menurut versi umat muslim yaitu Nabi Ismail. Tapi, pada akhirnya yang disembelih bukan kedua-duanya toh? Melainkan seekor hewan tak berdosa ;-)

Buat yang mementingkan proses, tentu menjadi perlu diketahui siapa yang akan dikorbankan oleh Nabi Ibrahim. Sedang buat yang mementingkan hasil, kurang begitu perlu tau mengenai siapa yang akan dikorbankan. Jadi, lebih penting mana? Proses atau hasil? :-p

Berbeda dengan sejarah pengorbanan Nabi Ibrahim, sejarah Nabi Muhammad berhaji tak mengandung kontroversi. Sejak pindah dan tinggal di Madinah, Nabi Muhammad berperang agar dapat kembali berkunjung ke Mekkah. Melawan musuh, bukan melawan hawa nafsu.

Pemotongan hewan korban sendiri sepertinya merupakan simbolisme. Intinya berkorban kan, kalau nggak salah, yaitu kesediaan memberikan yang dirasa paling berharga yang dimiliki kepada Tuhan. Mengorbankan perasaan. Keliatannya tanpa perasaan. Cuma, Tuhan mungkin tidak ingin manusia yang dijadiin korban. Oleh karenanya dituker di saat terakhir, nggak dibiarin. Yang membujuk rayu dan/atau menjerumuskan biasanya disebut setan. Setan ada di mana-mana. Dasar setan! Hahaha... *ketawa terbahak gaya setan*

Eh, setan punya alis nggak ya? 'Alice in Wonderland'? Yang jelas 'Winter Wonderland' di musim dingin bersalju ;-)

Kalau sekedar hewan korban, asal mampu dan sadar agama tentu bukanlah hal sulit untuk menyediakan. Seumpama menyerahkan sesuatu yang sebenernya kurang terlalu dirasa sebagai milik. Tinggal dibeli menjelang waktu tibanya. Abis dipotong ya selesai urusan. Nggak ngerasa keilangan :-p


Gimana dengan kondisi sekarang? Masihkah bermakna itu yang dipertanyakan. Tradisi atau ritual sih jalan terus. Penyembelihan hewan korban tetep dikerjakan. Merupakan sebuah rutinitas. Belum banyak berubah, kecuali sistemnya makin canggih barangkali. Ditambah jumlah hewan potongnya makin banyak. Yang ngantri berdesakan atau berebut dan yang nggak kebagian juga. Termasuk di dalamnya yang nggak berhak. Yang kebagian (entah berhak atau tidak) dan jatahnya dijual lagi tersedia. Dan selanjutnya. Jarang dijumpai yang harusnya dan pantesnya kebagian cuma nggak pengen.

Berikutnya, adakah manusia yang
mengorbankan manusia lain? Seandainya ada, istilahnya untuk yang mengorbankan apa ya? Playing god? Bilakah Tuhan bermain-main? Just wondering... Jika ya, adakah korbannya? Entahlah. Barangkali jawabannya dapat diperoleh melalui doa. Buat yang mau tau coba aja, tak ada ruginya toh? Kalau nanya yang ahli masih mungkin bisa keliru :-p

Berkaitan dengan korban, sapi mellow boleh dianggap sebagai korban ketidakbergairahan akut. Akibatnya berbagai stimulus yang diberikan nggak terlalu berpengaruh. Disikapi dengan masa bodoh. Bisa jadi sebab stimulus
sedot-sedotnya masih kurang banyak. Sapi mellow cukup tiup-tiup. Layaknya minuman, dingin disedot panas ditiup. Mengingat dan memperhatikan kondisi sapi mellow yang masuk-angin panas-dingin, barangkali sedot-tiup harus dijalanin secara simultan. Menyeimbangkan. Biar sapi mellow nggak capek tapi ada kemungkinan bergairah ;-)

Jika permasalahan sapi mellow adalah ketakbergairahan, maka gaya yang bagus menunggangi gajah merupakan hal lain lagi. Gaya yang bagus dapat bervariasi atau macem-macem. Sampe segimana variasinya itu yang masih belum jelas. Gaya yang bagus tentu termasuk tanpa mengabaikan kenyamanan gajah. Kan gajah juga punya hak asasi mirip sapi mellow. Pencambukan dan penggarukan yang bagus dilakukan hingga sebatas gajah
menggelinjang. Bergoyang boleh. Rumput bergoyang ditiup angin. Lagunya 'goyang dombret' atau 'goyang duyu', hehe...

Balik ke kalender, sekarang 12 Desember, 12-12. Dibaca dari kiri atau kanan sama. Kalau 11-12 bisa berarti 11 Desember atau 12 November. Tergantung arah baca. Yang dibaca dari kiri 13-12. Kalau mau dari kanan harus dituker dulu jadi 12-13. Bulan ke-13 nggak ada soalnya. Tanggal 9, 10, 11 di bulan Desember yaitu tanggal 11, 12, 13 di bulan Dzulhijjah. Kemudian, 12 sama dengan 14. Lanjutin dikit, 13 sama dengan 15. Silakan periksa ulang guna memastikan.

Dihubungin ke jam, sekedar main-main, 14 itu arah jam 2. Sambil main-main teh es manis dan kurma Madinah cocok juga untuk nemenin. Siapa siaap nemenin main-main? ;-)

Monday, December 01, 2008

Tengah Titik

Desember, bulan kedua belas. Tanggal 1 hari Senin, first day of the week sekaligus first day of the month. Pada bulan kemaren, berhubung tanggal 19 dilewat, tanggal 29 sebagai terusannya dilewat juga. Tahunan, bulanan, sama harian udah pernah disinggung. Jadi sekarang bahasannya jam-jaman. Siapa siaap mau jam-jaman? ;-)

Sebelum dilanjut, hari ini boleh dianggep bersejarah. Salah satu alasannya, harga [bensin] premium resmi turun setelah sejak 3 tahun lalu naik melulu. Lumayanlah, patut disyukuri walaupun hanya 500 rupiah dan nggak langsung turun harga begitu diumumin. Lain dengan naik harga yang berlaku dalam waktu secepat dan sesingkatnya. Masih adakah penurunan berikutnya? Tergantung kebijakan pemerintah pastinya. Ditunggu aja.

Sekedar selingan, jika diibaratkan minuman, premium itu teh atau kopi. Susunya pertamax dan sekawannya. Sebab [harga] premium kategorinya kaku sedangkan [harga] pertamax termasuk fleksibel. Susu diproduksi oleh sapi mellow, hehe...

Penurunan secara umum memang bukanlah persoalan yang akan diantisipasi. Yang diitung laju inflasi, tidak disinflasi, terlebih deflasi. Dimana-mana naik yang diinginkan. Turun jangan sampe.
Asumsinya begitu. Karena enak mungkin. Naik pangkat atau jabatan misalnya, siapa yang nggak pengen? Kayaknya nggak ada. Hampir semua pengen yang setinggi-tingginya. Gantungkan cita-cita setinggi langit pesennya.

Hal tersebut beda dengan turun pangkat.
Diterimanya berat. Seperti turunnya nilai tukar rupiah belakangan (berita di sini, sini, dan sini). Jarang ada yang rela. Makanya waktu pensiun terkadang diperpanjang. Bukannya pensiun dini. Jangankan turun pangkat, dimutasi pun enggan. Apalagi kalau dari tempat basah ke tempat kering. Alasannya macem-macem. Dan seringkali setelah turun masih terbayang-bayang rasanya di atas. Susah dilupain. Post power syndrome bisa bikin tragedi depresi berat :-p

Contoh lain tentang naik turun banyak.
Kenyang lapar, atas bawah permukaan laut, dan sebagainya. Buat konsensus, naik itu positif dan turun itu negatif. Pemisahnya nol. Batas atas, the sky's the limit. Cuma katanya di atas langit masih ada langit. Repot ngukurnya. Batas bawah, the bottom of the sea. Mungkin diukur. Transaksi pengeluaran yang melebihi persediaan bisa dijalanin.

Disambungin dengan sapi mellow atau gajah, menunggangi merupakan kata lain dari menaiki. Sapi mellow ditunggangi dalam keadaan kurang sehat, tak bergairah, oleh sebab itu jangan digenjot jalan terus-menerus. Secukupnya aja. Lagipula kalau kelamaan ditunggangi kaki-kaki sapi mellow jadi
gemeteran meskipun menikmati perjalanan. Akibatnya pengen buru-buru menepi buat berbaring. Istirahat ngelemesin otot-otot kaki yang kaku. Ilustrasi sapi mellow sedang berbaring boleh diperiksa di sini. Keliatan kan posisinya nggak seksi dan nggak menggairahkan sama sekali, hehe...

Dan agar sapi mellow lebih enakan, berbaringnya tentu sambil dipijet. Cara mijetnya pelan-pelan tapi mantep penuh tenaga. Supaya berasa. Mulai dari kaki sampe punggung. Karena kaki dipake jalan sementara punggung yang ditunggangi. Saat di daerah pantat, teknik elus-elus dapat dilakukan untuk variasi. Tambah tepuk-tepuk dikit boleh deh. Banyak juga oke. Semacem pijet ekstra. Guna meningkatkan rasa nyaman dan gairah sapi mellow. Masalahnya, kalau dipijetin berarti selimutnya harus dilepas dulu. Padahal dibutuhin. Olesan balsem barangkali bisa ngebantu. Dan biar nggak kecapekan, sapi mellow kurang perlu ikutan sedot-sedot, tiup-tiup aja :-p

Menggairahkan kembali sapi mellow jelas bukan perkara enteng. Makanya jangan heran jika the king menganggep penting menggunakan kaki dan tangannya. Kaki dan tangan bergotong-royong dalam rangka mem-bailout. Memang belakangan ini kegiatan bailout sering dilakukan. Yang paling anyar dan cukup anget beritanya dapat dibaca di
sini, sini, sini, sini, dan sini. Lima biji. Banyak ya.

Sedikit berbeda dibanding sapi mellow, bukan sesuatu yang aneh kalau gajah mampu bertahan ditunggangi lebih lama. Mengingat kekuatannya. Menunggangi gajah sendiri tingkat kesulitannya lumayan tinggi. Gajah kan boleh dibilang termasuk hewan liar. Dapat memberikan perlawanan yang sengit. Perlu dijinakkan terlebih dahulu sebelum bisa ditunggangi. Sapi mellow jinak-jinak merpati. Relatif mudah ditunggangi.


Yang masih bikin penasaran tuh, gimana ya gaya yang bagus menunggangi gajah. Riding with style gitu deh. Dan untuk gajah, acara cambuk-cambukan tampaknya tidak terlalu berbahaya. Kan kulit gajah tergolong tebel. Sehingga kurang terasa jika dicambuki. Paling-paling cuma menggeliat kegelian atau kegatelan aja. Tinggal digaruk. Dengan cara yang bagus tentu, hahaha...

Balik ke jam-jaman, sehari terdiri dari 24 jam, bukan 12 jam. 'Twenty four hours a day' menurut
Barry Manilow. Dan 'twenty four little hours' menurut Jamie Cullum. Masih dari lagu dan album yang sama (tulisan terakhir November 2008). Perhitungan jam sendiri ada yang pake metode 24 jam atau 12 jam. Metode pertama lebih umum. Jadi, seumpama nyebut jam 12 tanpa embel-embel maksudnya jelas tengah hari bolong. Jam istirahat makan siang tuh biasanya antara jam 12-13. Buat metode yang kedua, siang malem pembedanya yaitu huruf mirip ampm. Circle K dan 7-Eleven udah duluan :-p

Jam 24 artinya tengah malem buta.
Sisi lainnya ada Midnight Run. Ceritanya mengenai pelarian. Bagi yang belum tau tapi tertarik silakan nonton. Teh es manis dan kurma Madinah enak dinikmati sehabis lari-lari. Siapa siaap berlari-larian atau kejer-kejeran? ;-)