Wednesday, November 22, 2006

'Credendo Vides'

Ternyata, sudah suratan takdir(?) bahwa Presiden George W. Bush singgah di Bogor buat santai-santai. Santai yang bikin heboh orang banyak, dan Bogor jadi mirip war zone :-)

Ngeliat penampilannya, terlepas dari kebijakannya yang tidak bijak, harus diakui George W. Bush memang hebat. Loncat dari mobil terus menyodorkan tangan untuk salaman. Menggambarkan kepercayaan diri yang tinggi. Dan di lain sisi bisa tampil hangat dalam obrolannya dengan salah satu murid yang diundang. Nggak banyak presiden yang bisa bersikap kayak gitu. Entah sikapnya natural, atau memang ada guide-nya soal how to act as a president di Amerika sana, it was something. Boleh ditiru. Nggak ada salahnya kan niru sesuatu yang "baik" dari "musuh"?

Anyway, he left the war zone with a win. Gimana nggak menang? Wong nggak mempan disantet, hehe... Malah pulang agak lebih lambat dari yang dijadwalin. Semoga yang punya gawe untuk nyantet ini gak kehilangan kredibilitasnya :-p

Nggak mempan disantet karena ada "keberuntungan" atau "keajaiban"? I don't know. Atau ada hubungannya juga dengan takdir mungkin? As faith precedes the miracle? Kayak di film
Voyage of the Unicorn yang sempet diputer di Jak-TV? I don't know either.

Untuk bisa tau, harus percaya dulu kali, ya. 'Credendo vides', by believing, one sees, gitu kata Prof. Alan Aisling. Seperti halnya lies only become true if person choose to believe (Kesuke Miyagi,
The Karate Kid, Part II).

Udah ah, pusing, I need to take a deep breath and meditate on this, Daniel-san. Wax on, wax off (dari
sini dan sini).

After a while...

Jadi inget waktu lagi rame-ramenya kasus lumpur, banyak orang ribut supaya lumpurnya cepet-cepet dibuang ke laut untuk mengantisipasi musim hujan. Kenyataannya, sampe sekarang belum musim ujan tuh, hehe...

Mungkin udah kebiasaan (kita) untuk panik duluan. Balik agak jauh dikit ke belakang, waktu jaman harga minyak dunia naik cukup tinggi, antisipasi pemerintah adalah dengan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Kebijakan panik? Padahal sekarang harga minyak dunia kan nggak setinggi dulu?

First learn stand, then learn fly. Nature rule, Daniel-san, not mine.

Ujian ketahanan. Sampai seberapa jauh kita bisa bertahan dengan kondisi under pressure? Ada yang pernah bilang kalau kemampuan atau watak seseorang bisa diketahui dalam kondisi under pressure. Aksi apa yang akan dilakukan? Atau keputusan apa yang akan dikeluarkan? It shows who you are.

Yang paling lama "bertahan", itulah yang jadi pemenang. Sesuai kalimat yang ditujukan buat
Antoine Walker, 'who spent his playoff life in Boston getting smacked by the Nets (sebelum pindah ke Miami): winning is a beautiful byproduct of the sacrifice'.

Atau menurut
Alonzo Mourning:

"It's an incredible feeling," Mourning said after the Heat beat Pistons 95-78. "When you think about 13 years of, literally, a lot of blood, a lot of sweat, a lot of ups and a lot of downs, and just so many disappointments year after year, it just makes you appreciate this moment even more."

Ada siang ada malam. Ada perempuan ada lelaki. Ada hitam ada putih. Ada... macem-macem lagi, seterusnya. You name it.

Better learn balance. Balance is key. Balance good, karate good. Everything good. Balance bad, better pack up, go home.

Keterangan di
sini mungkin bisa menjelaskan sedikit soal kebijakan George W. Bush. Balance is needed, right? Happy reading everybody ;-)