Thursday, October 19, 2017

Two for Today

Mau ngebahas dua film yang ditonton pada Selasa, 10 Oktober dan Rabu, 18 Oktober lalu. Filmnya yaitu Kingsman: The Golden Circle dan The Foreigner. Nontonnya di Kuningan City dan Lotte Shopping Avenue.

Nonton Kingsman: The Golden Circle karena pengen tau kelanjutannya setelah nonton yang pertama. Di film yang kedua ada Kingsman versi Amerika yaitu Statesman. Kalau nama alias dari para Kingsman menggunakan nama-nama di jaman raja Arthur, nama-nama alias anggota Statesman menggunakan nama-nama dari jenis minuman beralkohol seperti Champagne, Whiskey, dan Tequila. Juga menggunakan topi koboi. Ada dua lagu John Denver di filmnya, "Annie's Song" dan "Take Me Home, Country Roads" selain penampilan dari Elton John.

Untuk kisahnya, mirip-mirip juga dengan yang pertama, jika di yang pertama Richmond Valentine menggunakan telfon genggam sebagai perantara maka di yang kedua Poppy Adams menggunakan narkotika. Filmnya bagus tapi lebih suka dengan yang pertama.

Selanjutnya yaitu The Foreigner. Film yang berkisah soal seorang ayah yang kehilangan putrinya disebabkan menjadi korban pengeboman yang dilakukan oleh sekelompok teroris dan ingin membalas dendam. Pada saat terjadinya pengeboman berada di lokasi yang tidak jauh dari tempat pengeboman, bukan sebagai target dari pengebomannya.

Bagaimana sang ayah mencari tau siapa yang melakukan pengeboman juga membuat filmnya tidak membosankan untuk ditonton karena jadi melibatkan banyak orang. Adegannya mengingatkan pada film Rambo. Secara keseluruhan lebih suka dengan The Foreigner daripada Kingsman: The Golden Circle. Nggak kecewa nonton filmnya, simply... mendapatkan lebih dari yang diharapkan, hehe... ;-)

Saturday, September 23, 2017

When Lucky Enough

Nonton The Hitman's Bodyguard, Selasa, 12 September lalu di Plaza Senayan. Sebenernya nggak begitu pengen nonton filmnya, tapi penasaran oleh karena sepertinya kok bagus.

Dan ternyata filmnya memang nggak mengecewakan, nggak membosankan pula, sungguhlah merupakan suatu hiburan. Ditambah lagi dengan lagu-lagu di filmnya yang taunya adalah lagu-lagu lama, seperti misalnya "Hello", "I Want to Know What Love Is", atau juga "Dancing in the Moonlight" yang dapat dinikmati setelah film usai. Membuat filmnya jadi lebih menyenangkan untuk penggemar lagu-lagu lama atau jadul. Merasa beruntung. Puas setelah keluar dari gedung bioskop.

Untuk kisahnya, secara singkat, yaitu soal seseorang yang harus melindungi orang yang tadinya berusaha mencelakainya. Sesuai dengan judul filmnya. Malesin banget ya.

Satu hal, kalau lagi nggak buru-buru, boleh lho nunggu hingga filmnya bener-bener selesai karena ada adegan lagi di akhir film, adegan ekstra. Bukan suatu adegan yang penting gitu sih, nggak berpengaruh ke kisah filmnya, nggak usah ditonton juga nggak apa-apa. Kemaren nungguinnya supaya nggak penasaran aja, simply... jadi tau keseluruhannya gimana, hehe...

Wednesday, August 30, 2017

[3] 'Livin' a Dream'

Masih soal pengalaman selama bertempat tinggal di Amerika Serikat, satu hal yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan akan dialami adalah naik mobil jenis limousine atau limo. Tadinya hanya tau keberadaan mobil jenis itu dari film-film.

Mendapatkan kesempatan untuk naik limo juga secara tidak disengaja. Saat itu lagi terdampar agak lama di JFK pada suatu siang hari di musim dingin, masih di sekitar awal Januari 1995 saat menunggu penerbangan dari JFK ke Albany untuk pulang ke Troy setelah berlibur sejenak ke Indonesia pada liburan musim dingin. Dan karena belum mendapatkan kepastian jadwal untuk penerbangan lanjutan dari JFK ke Albany disebabkan cuaca yang belum memungkinkan pesawat untuk terbang, seorang temen yang kebetulan juga akan berada di penerbangan yang sama mengusulkan untuk naik limo.

Pada waktu itu lagi nunggu penerbangan ke Troy bareng tiga orang temen, jadi begitu ada yang usul untuk naik limo usulannya langsung disetujui daripada menunggu jadwal penerbangan yang masih belum dapat dipastikan. Memang, dengan naik limo ke Troy waktu tempuhnya akan lebih lama jika dibandingkan dengan naik pesawat ke Albany, cuma pengalamannya itu yang belum tentu bisa diulang lagi. Dan bener, pada kenyataannya selama di Amerika ya hanya sekali-kalinya itu naik limo. Setelahnya belum pernah lagi.

Gimana rasanya naik limo? Nggak bikin sampe yang gimana gitu, tapi mobilnya lega dan nyaman, jadi perjalanan selama sekitar tiga jam nyaris tak berasa. Nggak membosankan. Biayanya juga nggak mahal-mahal amat, apalagi dibagi berempat, jadi nggak bikin menyesal karena nggak ikut penerbangan ke Albany yang tiketnya udah dibayar duluan. Di Amerika itu memang, simply... banyak mendapatkan hal-hal yang belum pernah dialami sebelumnya, hehe...