Wednesday, June 24, 2009

Jauh

Jika tenggorokan meradang maka badan dapat meriang. Kepala pusing mengiringi merupakan persoalan yang biasa. Bahasa lagunya barangkali 'ku di sini kau di sana, ku bernyanyi kau berdansa'. Efek tersangkut, makan tak enak tidur pun tak nyenyak. Berasa tertekan atau males buat ngapa-ngapain :-p

Berkenaan hal tersebut, jadi males juga buat ngelanjutin ngebahas
Wimbledon. Masalahnya adalah, tidak tersedianya pertarungan yang bisa ditunggu-tunggu, yaitu Rafael Nadal melawan Roger Federer. Nadal terpaksa mengundurkan diri gara-gara cedera yang diderita. Bagi Nadal, setelah gagal mempertahankan gelar di Perancis Terbuka dan Wimbledon, kesempatan terakhir tahun ini tinggal di Amerika Terbuka yang belum pernah dijuarai sekali pun. Sedangkan bagi Federer, peluang untuk mengikuti jejak Nadal tahun kemaren yang memenangi Wimbledon dan Perancis Terbuka pada tahun yang sama semakin besar.

Walau urung berlaga di Wimbledon, segi positif atau keuntungan bagi Nadal tentunya adalah nggak akan masuk Stonehenge. Sementara Federer masih mungkin. Dan sebagai saksi, Big Ben bukanlah
Gentle Ben, hehe...

Dari arena
Formula 1 yang diselenggarakan lebih dulu, Jenson Button kurang mampu menguasai sirkuit Silverstone sekaligus memupus harapan naik podium. Berbeda nasib dengan Lewis Hamilton di tahun 2008. Menempati peringkat ke-6. Kegagalan pertama sepanjang seri berlangsung. Tukeran dengan Rubens Barrichello yang di balapan sebelumnya gagal pula naik podium. Bedanya, Button berada di urutan 1 dan Barrichello di urutan 3. Meskipun mengalami hambatan, peluang Button dalam menjuarai balapan jet darat ini masih terbilang cukup besar. Sampai 8 seri yang selesai dijalani hanya kecolongan 11 poin dari dua seri, masing-masing 4 dan 7 poin. Kedua seri tadi dimenangi oleh Sebastian Vettel.

Kemudian, mundur agak jauh,
Kobe Bryant akhirnya berhasil merenggut cincin yang ke-4 setelah Los Angeles Lakers menaklukkan Orlando Magic di pertandingan ke-5 babak final NBA. Dengan demikian, Bryant dapat keluar dari bayang-bayang Shaquille O'Neal yang udah duluan meraih cincin ke-4 sewaktu gabung Miami Heat 3 tahun silam. Disebut keluar dari bayang-bayang sebab 3 cincinnya yang lain diperoleh bersama O'Neal. Tapi, Bryant masih belum bisa keluar dari bayang-bayang Phil Jackson. Alasannya, Jackson-lah yang melatih Lakers saat Bryant mendapatkan semua cincinnya. Jackson sendiri hingga kini sukses mengoleksi 10 cincin yang kalau dipasang semua jelas akan menuhin jari-jari tangannya, hehe...

Untuk yang lebih jauh lagi, beberapa waktu lewat ngebikin format mp3 lagu-lagunya Shakatak dari album Live! yang keluaran tahun 1985. Nggak seluruhnya sih, ngambil 5 dari 8 lagu yang tertera di sampul depan dan belakang albumnya. Yaitu lagu pertama, keempat, kelima, ketujuh, dan kedelapan. Judulnya sesuai urutan, Dark is the Night, Invitations, Night Birds, Easier Said Than Done, dan Down On the Street. Sebetulnya masih ada lagu kesembilan, cuma entah kenapa judulnya tak tercantum di sampul album. Kekeliruan cetak mungkin. Entahlah. Sempat dibikinin juga mp3-nya, tapi abis itu dihapus.

Mengenai sapi mellow dan gajah, ulasannya dilupain dulu aja. Kapan-kapan kalau inget dan kesempatannya ada bolehlah dilanjut lagi.

Siapa siaap mau berjauh-jauhan? ;-)

Saturday, June 13, 2009

Bersih

Hari Sabtu lagi. Nulis lagi. Dan berhubung Jum'at malem kemaren sempat nonton film ini di stasiun tivi ini, jadilah dapet bahan tambahan buat dibahas. Filmnya sih udah pernah ditonton beberapa kali, tapi masih belum bosen nontonnya dan tetep bisa bikin ketawa. Ceritanya nggak beda-beda jauh dengan yang pertama, hanya pindah lokasi dan julukan duo banditnya ganti dari Wet Bandits ke Sticky Bandits, hehe...

Salah satu bagian yang lucu, waktu adegan percakapan Mr. Hector yang pegawai hotel dan Johnny yang sebenernya ada di film tivi. Mulai dari Mr. Hector disuruh berlutut dan bilang I love you sampe dituduh punya hubungan tanpa status dengan saudaranya Johnny. Kebetulan juga, Cliff, penjaga keamanan yang ikut nemenin Mr. Hector, termasuk yang namanya sama dengan yang disebut Johnny. Film mengenai Johnny yang dipake di seri kedua berjudul Angels with Even Filthier Souls. Di seri sebelumnya, Angels with Filthy Souls.

Selain itu, masih di hari Jum'at cuma lebih awal, berlangsung pula pertandingan ke-4 babak final NBA yang dimenangi oleh
Los Angeles Lakers melalui perpanjangan waktu. Mirip pertandingan ke-2. Secara keseluruhan, boleh disimpulkan jika tiga pertandingan terakhir berjalan cukup ketat. Perbedaan skornya tipis. Hasil tersebut menyebabkan untuk sementara Lakers unggul 3-1 dari Orlando Magic. Merupakan kebalikan babak final tahun 2008, dimana Lakers ketinggalan 1-3 saat bertemu Boston Celtics yang kemudian jadi juara. Celtics sendiri udah gugur duluan, ditundukkan Magic di babak semifinal playoff Wilayah Timur.

Apakah kali ini Lakers, terutama
Kobe Bryant sebagai yang dianggep penasaran, berhasil menuntaskan hasratnya yang tertunda tahun lalu? Well... untuk pastinya dapat diketahui paling cepet dalam satu pertandingan dan paling lambat dalam tiga pertandingan ;-)

Dari arena
Perancis Terbuka, setelah menanti sekian lama, akhirnya Roger Federer memperoleh gelar juaranya yang pertama. Melengkapi koleksi gelarnya dari 3 turnamen Grand Slam lainnya. Berikutnya, yang menarik ditunggu, bisa atau tidak Federer ngerebut lagi mahkotanya di Wimbledon yang diserobot Rafael Nadal. Big Ben barangkali bolehlah jadi saksinya, Nadal atau Federer-kah yang bakal, istilahnya, masuk Stonehenge, hehe... Tapi, terlebih dulu, sepak terjang Jenson Button dan rekan setimnya Rubens Barrichello, yang sedang mendominasi Formula 1, pada balapan di sirkuit Silverstone minggu depan nggak kalah menarik buat diamati.

Soal sapi mellow dan gajah, seandainya keduanya bisa menderita kremian, jelas akan lebih mudah ngebersihin kremi di sapi mellow ketimbang gajah. Posisi gajah yang duduk dengan bagus menyulitkan. Gimana cara yang bagus ngebersihin kremi di gajah dalam posisi duduk? Perlukah disedot yang bagus? Hahaha... :-p

Siapa siaap bersih-bersih? ;-)

Saturday, June 06, 2009

No Melo, No King

Udah lama juga nggak nulis di hari Sabtu, terakhir kali tahun lalu di awal bulan November.

Bagi yang memiliki kekasih (dalam jarak deket pada kasus ini), Sabtu biasanya merupakan hari yang ditunggu-tunggu. Sebab ada acara mengapeli atau diapeli. Biar nggak kemaleman sampe tujuan, berangkatnya bolehlah 'malam Minggu pukul tujuh' sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya peristiwa 'malam Minggu kau kutunggu-tunggu', hehe...

Yang masih berstatus single atau jomblo nasibnya bisa dibilang apes di Sabtu malem. Belum punya kesempatan buat mengapeli atau diapeli. Harus bikin kegiatan sendiri kalau tak mau terdiam gigit jari. Just like me contohnya. Yang sukses men-jomblo selama kira-kira 11 tahun. Kegiatannya nyari-nyari pujaan hati yang sekarang entah berada dimana. Satu hal yang patut dicatet, pastinya pujaan hati itu bukan 'devil woman' ;-)

Jangankan mengapeli atau diapeli, telfon-telfonan atau saling kirim sms aja adanya cuma sebatas diangan-angan buat para jomblo. Kombinasi keduanya, telfon dan sms, kurang pengen dibahas. Perlu matriks soalnya sebagai ilustrasi penjelasan, agak panjang, kayak prisoner's dilemma.

Tambahan sedikit, jomblo sepertinya dapat dikategorikan ke dalam dua tipe, yaitu polos dan terselubung. Bedanya, yang terselubung punya hubungan tanpa status yang bisa dijalani dengan bagus, hahaha... Eh, tapi yang bukan jomblo pun mungkin kan? Berhubungan tanpa status maksudnya :-p

Sebelum dilanjut, judulnya adalah gabungan atau campuran antara kalimat 'no woman, no cry' dan nama panggilan dari
Carmelo Anthony serta LeBron James yang belum lama berselang gagal maju ke babak final NBA. Tim masing-masing kalah dalam perebutan juara Wilayah Barat dan Timur dari Los Angeles Lakers dan Orlando Magic.

Di babak final, Lakers merupakan favorit kuat yang dijagokan untuk jadi juara tahun ini. Magic dianggep sebagai underdog. Di pertandingan pertama, Magic dibulan-bulani oleh Lakers. Kalah telak. Kedudukan sementara, 1-0 Lakers unggul.

Di samping terjegalnya King Bron, upset juga kejadian di turnamen
Perancis Terbuka. Rafael Nadal yang juara bertahan kandas di ronde ke-4 saat menghadapi Robin Soderling. Akibatnya gagal meraih gelar ke-5 secara berturut-turut. Soderling, jika diibaratkan jam, yaitu yang mereknya seperti nama negara yang beribukota Sofia. Sedangkan lawannya di final, Roger Federer, mirip jam yang inisial mereknya sama dengan huruf depan kata Time dan Hour. Minute dan Second diabaikan.

Selain Nadal, peringkat ke-3 dan ke-4 takluk pula sebelum mencapai semifinal. Berdasarkan hasil tersebut, Perancis Terbuka 2009 tampaknya menjadi kuburan bagi para pemain unggulan empat besar. Dan karena unggulan, berarti yang terkubur adalah harta karun. Untuk ceritanya, The Gold-Bug juga berkaitan dengan pendam-memendam ;-)

Balik ke urusan per-jomblo-an, yang jadi jomblo di serial
ini namanya Boo Boo. Sedangkan Bobo yang beruang teddy adanya di sini, hehe...

Sapi mellow sama gajah beda statusnya. Tapi, meskipun beda status, masih terbuka kemungkinan keduanya memiliki hubungan tanpa status.


Statusnya sendiri bukan sesuatu yang perlu dicemasin atau merepotkan sih. Yang lebih repot, gimana cara yang bagus mencegah supaya gajah nggak kesemutan bokong-nya karena kelamaan duduk? Resiko bokong sapi mellow kesemutan lebih kecil dibanding gajah. Menang posisi.

Siapa siaap men-jomblo? ;-)